Tuesday, December 16, 2014

Seperti Bintang



(Part 1)

“Ahhh kampret,,bangun kesiangan lagi !”, seorang gadis mengeluh pada dirinya sendiri, dengan terburu-buru bergegaslah ia bangun dan prankkk,piring bekas makannannya semalam tersampar kaki mungkilnya. ”aduh piring sialan,ga tau apa lagi buru-buru gini!!”gerutunya sekali lagi. Selang 5 menit kemudian dengan dandanan anak sekolah yang cuek ala kadarnya, segeralah mengambil sepedah kayuhnya .

“Pak tolong bukain Pak,jalanan macet ini tadi pak…”
Ah kamu kebiasaan banget,,nggak bias,,alasan jalanan macetlah,ban kempeslah,berualang kali telat gini
Tolonglah pak,,plis,,sekali ini yah pak,,yah pak,,tolong,,
Bergaya sok jual mahal,,satpam sekolah khusus putri itupun belagak sangar,emm mungkin dalam hati kecilnya muncul sedikit rasa iba,“udah langsung keruang BK sana,lain kali jangan telat lagi,,bolak balik telat terus ga tau apa….@%@&%!”,omelan pak satpam itu terus berlanjut sambil membuka pagar yang sudah terkunci itu. ”Makasih banyak  pak kumiiiissssssss”, teriak gadis itu setengah berlari menuntun sepedahnya

Cuaca terang menghiasi sekolah yang ga seberapa terkenal itu, yah sekolah Bina Siwi ,sekolah khusus wanita yang ada disalah satu bagian timur kota Jakarta. Sekolah yang kurang begitu terkenal diantara sekolah swasta disekitarnya, yah hanya terdapat 4 kelas dalam setiap tingkatnya, namun sekolah ini masih bias bertahan dikerasnya kehidupan kota Jakarta (sebenarnya ini sekolah atau apa sih ._.)

Seorang gadis berponi dan bagian belakang macam ekor kuda yg terkuncir clingukan dikelas yang berada disudut perpotongan. Di lihatnya belum tampak guru, segeralah dia masuk sambil terengah engah,,
“Kok telat lagi lu beb,,baru juga 2 hari nggak telat,eh telat lagi ini”, sambut teman sebangkunya yg manis dan selalu disiplin.
”Huft nju,,biasa,,mbak sri yg ada dikosan gangguin gw lagi nju,,baru tidur jam 3 malem gw”.
“Kan udah gw suruh pindah dari kosan itu,,masi aja lu betah disitu,emang ga ada kosan yg lain apa,,kan banyak deket situ,,nyari yang lebih normal dikit kek, yang bisa bikin tenang gitu,jadi temen lu ga kepikir…”(terputus)
“Sssstthh diem ah,bawel”, bisik gadis berponi sambil menutup mulut sahabatnya yang sedikit tembem itu,,
“ah apaan sih orang dibilangin juga,,,”, omel gadis berkacamata itu sambil mengibaskan tangan sahabat karibnya itu dr mulutnya
“iyah iyahhh,besok-besok nyari kosan deh ,makasih yah ndut,,”ucap beby mesra coba menggoda sahabatnya

Yah,,gadis berponi itu bernama beby Beby Chaesara Anadila, gadis cuek luar biasa yg sudah tidak lagi mempunyai orang tua. Kedua orang tuanya mengalami kecelakanan sewaktu dia masih kecil,diapun akhirnya tinggal bersama tantenya. Berhubung kurang begitu nyaman dengan tantenya, akhirnya memutuskan untuk indekos radius 2,5km dr sekolahnya.
Sedangkan gadis yg sedikit tembem memakai kacamata minus itu bernama Shania Junianatha, gadis yang sedikit pendiam namun sangat perhatian sama sahabatnya. Perkenalan setahun lalu semasa orientasi siswa, membawa mereka berdua kesebuah hubungan persahabatan yang baru seumuran jagung.

27 juni 2013 ehhh salah 27 juli maksudnya

“Ayok buruan dhek,,,udah jam berapa ini!!,”teriak salah satu panitia
Segerombolan siswi berlari tergesa-gesa, menuju gerbang sekolah Bina Siwi. Di pinggiran gerbang sudah ada kakak panitia yang sok-sok an pasang tampang galak (biasalah pencitraan) berteriak teriak mengarah ke yuniornya. Gadis-gadis berseragam biru putih tampak kerepotan membawa barang yg aneh untuk kegiatan mos kali ini

“Aduhh,,,” seorang gadis tersenggol gadis lainnya yang berlari terburu-buru hingga barang yg dibawanya pun jatuh berserakan.“Ah maaf maaf,,”,bantunya sigap membereskan apa yg telah diperbuatnya. Kue tradisional berwarna hijau bulat bertaburkan parutan kelapa kesukaan dhek kinci terinjak gadis2 yang berlarian. “Yahhh kuenya,,,aduh maaf maaf yahhh” ucapan maaf berkali-kali keluar dari gadis berlesung pipi itu.”i..ii..iyah gpp kok”,tutur gadis berkacamata itu sedikit grogi dan bingung. Mengingat waktu yg cukup singkat keduanya berlari menuju lapangan sekolah yg berisikan siswi putri itu. Tak berapa lama beberapa siswa itu sudah terbagi menjadi sub kelompok kecil,didampingin 2-3 orang panitia yang sekaligur merangkap sebagai kakak kelasnya, memasuki kelas sesuai kelompoknya.

“Lhoo kita satu gugus,,?eh maaf yang tadi yahhh,,”, ucap gadis berlesung pipit itu pada gadis yg didepannya. “Oh ii iyah gpp kok,” jawab gadis berkacamata sedikit grogi. “Kenalin aku beby”, sambil mengulurkan tangan.”a a aku Shania mbak”,,jawabnya sambil menyambut uluran tangan itu.”Ga usah pake mbak kali,,panggil beby aja,,”, lanjut beby sambil mengedipkan mata kirinya (duhh rontok kan hati ini).“Hei yg dibelakang mau buka pasar sendiri??klo mau ngobrol silahkan keluar dari kelas!!”,,,,keduanya langsung terdiam,,,

“Keluarkan barang-barang yg harus dibawa,letakan dan taruh diatas meja,”
Pelan tapi pasti, seorang panitia mengecek kelengkapan barang-barang yang dibawa murid baru disekolah itu,selanjutnya menghampiri meja Shania dan Beby.
“Mana kue ketan ijo punya kamu??”
“Emm anau kak,,emm tadi itu,,anu kak,,”,shania gugup
“Ngomong yang jelas !!”,sentak panitia yg diseragam bagian kanan atasnya bertuliskan S.Naomi
“Eh,,kue kamu ada disitu tuh,,jatuh kali tadi,,ini,,,” bisik teman sebangkunya
Gadis berkacamata itu menatap sosok wanita yg disampingnya dengan tatapan bingung,eh gadis berlesung pipi itu justru tersenyum dengan manisnya,,
“Terus kue ketan kamu mana??!!”, lanjut kakak panitia seksi tapi bertampang judes itu dengan tatapan tajam.
“maaf kak, tadi buru-buru kak, kayaknya ketinggalan kak,,”tuturnya muka melas
“Alesan ketinggalan segala,,yang merasa lupa ketinggalan atau sengaja nggak bawa barang yang udah diumumin kemarin maju kedepan!!”tukasnya tegas.
Dibawah meja gadis berkacamata itu memenggang tangan kiri beby ,sambil bingung dan merasa bersalah,justru anak yg dikhawatirkan tersenyum tulus sambil memegang tangan teman yg baru dikenalnya,”udah,,tenang aja….”
***
Sekolah yang udah mulai sepi,terlihat beby berjalan gontai kecapekan. Terang aja kakak panitia judes itu menyuruh beby untuk merapikan  gudang kesenian yg ga dipakai lagi. Ga begitu besar sih,,Cuma ruangan berukuran 3x3 disudut sekolah,,tapi lumayan menguras tenaganya.dilorong dekat dengan ruang guru tiba tiba muncul Shania dengan menyodorkan sebotol minuman isotonic I want you, I need you.(._.)

“emm,,maaf yah mbak ,gara2 aku, mbak jadi dihukum,..”
“nggak papa kok,tenang aja,,lagian itu tadi juga salah gw keburu-buru sampe kue lu pada  jatuh.” ucapnya sambil tersenyum,,eh manis banget.  
“eh jangan panggil mbak donk,,kitakan se umuran,,eh lu bukan orang sini yahh?,,
“ohh iyah maaf mb..,,eh beby,,iyah aku baru pindah dari Solo 2bln lalu,”
“ohh kliatan sih logatnya,,jawa banget.hahahaha,,ini buat gw,,makasih yahh” sambil membuka tutup botol yg tadi disodorkan shania
“ii iyah sama-sama…”mata sipit yang tersenyum itu ga bias boong,,tulus banget,,ditambah lagi choco cips kecil didagunya membuat nya semakin manis
“Eh rumah lu daerah mana,,?”
“BS Riady..”
“Ah gw di soekarno hatta,,kita searah kan,,pulang bareng yuk,,eh lu dijemput??”
“Eng enggak kok,,naik angkot,,,”
“Klo gitu bareng aja,yuk,,,,”tangan beby cuek menarik tangan kanan Shania,,bagai anak kecil yang nurut sama maknya mau dibeliin permen,sedikit menunduk malu,,bibirnya tersenyum pipinya sedikit merah,yah senang,,menandakan betapa senangnya dia punya teman disekolah barunya itu....
 

No comments:

Post a Comment