(Part 1)
“Ahhh kampret,,bangun kesiangan
lagi !”, seorang gadis mengeluh pada dirinya sendiri, dengan terburu-buru bergegaslah
ia bangun dan prankkk,piring bekas makannannya semalam tersampar kaki
mungkilnya. ”aduh piring sialan,ga tau apa lagi buru-buru gini!!”gerutunya
sekali lagi. Selang 5 menit kemudian dengan dandanan anak sekolah yang cuek ala
kadarnya, segeralah mengambil sepedah kayuhnya .
“Pak tolong bukain Pak,jalanan
macet ini tadi pak…”
Ah kamu kebiasaan banget,,nggak
bias,,alasan jalanan macetlah,ban kempeslah,berualang kali telat gini
Tolonglah pak,,plis,,sekali ini
yah pak,,yah pak,,tolong,,
Bergaya sok jual mahal,,satpam
sekolah khusus putri itupun belagak sangar,emm mungkin dalam hati kecilnya
muncul sedikit rasa iba,“udah langsung keruang BK sana,lain kali jangan telat
lagi,,bolak balik telat terus ga tau apa….@%@&%!”,omelan pak satpam itu terus
berlanjut sambil membuka pagar yang sudah terkunci itu. ”Makasih banyak pak kumiiiissssssss”, teriak gadis itu setengah
berlari menuntun sepedahnya
Cuaca terang menghiasi sekolah
yang ga seberapa terkenal itu, yah sekolah Bina Siwi ,sekolah khusus wanita yang
ada disalah satu bagian timur kota Jakarta. Sekolah yang kurang begitu terkenal
diantara sekolah swasta disekitarnya, yah hanya terdapat 4 kelas dalam setiap
tingkatnya, namun sekolah ini masih bias bertahan dikerasnya kehidupan kota Jakarta
(sebenarnya ini sekolah atau apa sih ._.)
Seorang gadis berponi dan
bagian belakang macam ekor kuda yg terkuncir clingukan dikelas yang berada disudut
perpotongan. Di lihatnya belum tampak guru, segeralah dia masuk sambil terengah
engah,,
“Kok telat lagi lu beb,,baru
juga 2 hari nggak telat,eh telat lagi ini”, sambut teman sebangkunya yg manis
dan selalu disiplin.
”Huft nju,,biasa,,mbak sri yg
ada dikosan gangguin gw lagi nju,,baru tidur jam 3 malem gw”.
“Kan udah gw suruh pindah dari
kosan itu,,masi aja lu betah disitu,emang ga ada kosan yg lain apa,,kan banyak
deket situ,,nyari yang lebih normal dikit kek, yang bisa bikin tenang gitu,jadi
temen lu ga kepikir…”(terputus)
“Sssstthh diem ah,bawel”, bisik
gadis berponi sambil menutup mulut sahabatnya yang sedikit tembem itu,,
“ah apaan sih orang dibilangin
juga,,,”, omel gadis berkacamata itu sambil mengibaskan tangan sahabat karibnya
itu dr mulutnya
“iyah iyahhh,besok-besok nyari
kosan deh ,makasih yah ndut,,”ucap beby mesra coba menggoda sahabatnya
Yah,,gadis berponi itu bernama
beby Beby
Chaesara Anadila,
gadis cuek luar biasa yg sudah tidak lagi mempunyai orang tua. Kedua orang tuanya
mengalami kecelakanan sewaktu dia masih kecil,diapun akhirnya tinggal bersama
tantenya. Berhubung kurang begitu nyaman dengan tantenya, akhirnya memutuskan
untuk indekos radius 2,5km dr sekolahnya.
Sedangkan gadis
yg sedikit tembem memakai kacamata minus itu bernama Shania Junianatha, gadis
yang sedikit pendiam namun sangat perhatian sama sahabatnya. Perkenalan setahun
lalu semasa orientasi siswa, membawa mereka berdua kesebuah hubungan
persahabatan yang baru seumuran jagung.
27 juni 2013
ehhh salah 27 juli maksudnya
“Ayok buruan dhek,,,udah jam
berapa ini!!,”teriak salah satu panitia
Segerombolan siswi berlari
tergesa-gesa, menuju gerbang sekolah Bina Siwi. Di pinggiran gerbang sudah ada
kakak panitia yang sok-sok an pasang tampang galak (biasalah pencitraan)
berteriak teriak mengarah ke yuniornya. Gadis-gadis berseragam biru putih tampak
kerepotan membawa barang yg aneh untuk kegiatan mos kali ini
“Aduhh,,,” seorang gadis
tersenggol gadis lainnya yang berlari terburu-buru hingga barang yg dibawanya
pun jatuh berserakan.“Ah maaf maaf,,”,bantunya sigap membereskan apa yg telah
diperbuatnya. Kue tradisional berwarna hijau bulat bertaburkan parutan kelapa kesukaan
dhek kinci terinjak gadis2 yang berlarian. “Yahhh kuenya,,,aduh maaf maaf yahhh”
ucapan maaf berkali-kali keluar dari gadis berlesung pipi itu.”i..ii..iyah gpp
kok”,tutur gadis berkacamata itu sedikit grogi dan bingung. Mengingat waktu yg
cukup singkat keduanya berlari menuju lapangan sekolah yg berisikan siswi putri
itu. Tak berapa lama beberapa siswa itu sudah terbagi menjadi sub kelompok
kecil,didampingin 2-3 orang panitia yang sekaligur merangkap sebagai kakak
kelasnya, memasuki kelas sesuai kelompoknya.
“Lhoo kita satu gugus,,?eh maaf
yang tadi yahhh,,”, ucap gadis berlesung pipit itu pada gadis yg didepannya. “Oh
ii iyah gpp kok,” jawab gadis berkacamata sedikit grogi. “Kenalin aku beby”, sambil
mengulurkan tangan.”a a aku Shania mbak”,,jawabnya sambil menyambut uluran
tangan itu.”Ga usah pake mbak kali,,panggil beby aja,,”, lanjut beby sambil
mengedipkan mata kirinya (duhh rontok kan hati ini).“Hei yg dibelakang mau buka
pasar sendiri??klo mau ngobrol silahkan keluar dari kelas!!”,,,,keduanya
langsung terdiam,,,
“Keluarkan barang-barang yg
harus dibawa,letakan dan taruh diatas meja,”
Pelan tapi pasti, seorang
panitia mengecek kelengkapan barang-barang yang dibawa murid baru disekolah
itu,selanjutnya menghampiri meja Shania dan Beby.
“Mana kue ketan ijo punya
kamu??”
“Emm anau kak,,emm tadi
itu,,anu kak,,”,shania gugup
“Ngomong yang jelas !!”,sentak
panitia yg diseragam bagian kanan atasnya bertuliskan S.Naomi
“Eh,,kue kamu ada disitu
tuh,,jatuh kali tadi,,ini,,,” bisik teman sebangkunya
Gadis berkacamata itu menatap
sosok wanita yg disampingnya dengan tatapan bingung,eh gadis berlesung pipi itu
justru tersenyum dengan manisnya,,
“Terus kue ketan kamu mana??!!”,
lanjut kakak panitia seksi tapi bertampang judes itu dengan tatapan tajam.
“maaf kak, tadi buru-buru kak, kayaknya
ketinggalan kak,,”tuturnya muka melas
“Alesan ketinggalan
segala,,yang merasa lupa ketinggalan atau sengaja nggak bawa barang yang udah
diumumin kemarin maju kedepan!!”tukasnya tegas.
Dibawah meja gadis berkacamata
itu memenggang tangan kiri beby ,sambil bingung dan merasa bersalah,justru anak
yg dikhawatirkan tersenyum tulus sambil memegang tangan teman yg baru
dikenalnya,”udah,,tenang aja….”
***
Sekolah yang udah mulai sepi,terlihat
beby berjalan gontai kecapekan. Terang aja kakak panitia judes itu menyuruh
beby untuk merapikan gudang kesenian yg
ga dipakai lagi. Ga begitu besar sih,,Cuma ruangan berukuran 3x3 disudut
sekolah,,tapi lumayan menguras tenaganya.dilorong dekat dengan ruang guru tiba
tiba muncul Shania dengan menyodorkan sebotol minuman isotonic I want you, I need
you.(._.)
“emm,,maaf yah mbak ,gara2 aku,
mbak jadi dihukum,..”
“nggak papa kok,tenang aja,,lagian
itu tadi juga salah gw keburu-buru sampe kue lu pada jatuh.” ucapnya sambil tersenyum,,eh manis
banget.
“eh jangan panggil mbak donk,,kitakan
se umuran,,eh lu bukan orang sini yahh?,,
“ohh iyah maaf mb..,,eh
beby,,iyah aku baru pindah dari Solo 2bln lalu,”
“ohh kliatan sih logatnya,,jawa
banget.hahahaha,,ini buat gw,,makasih yahh” sambil membuka tutup botol yg tadi
disodorkan shania
“ii iyah sama-sama…”mata sipit
yang tersenyum itu ga bias boong,,tulus banget,,ditambah lagi choco cips kecil
didagunya membuat nya semakin manis
“Eh rumah lu daerah mana,,?”
“BS Riady..”
“Ah gw di soekarno hatta,,kita
searah kan,,pulang bareng yuk,,eh lu dijemput??”
“Eng enggak kok,,naik angkot,,,”
“Klo gitu bareng aja,yuk,,,,”tangan
beby cuek menarik tangan kanan Shania,,bagai anak kecil yang nurut sama maknya
mau dibeliin permen,sedikit menunduk malu,,bibirnya tersenyum pipinya sedikit
merah,yah senang,,menandakan betapa senangnya dia punya teman disekolah barunya
itu....
No comments:
Post a Comment